Living in The Moment, Preparing for The Future..
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

20.15 Posted by Arie No comments Posted in ,
Hidup itu berawal dari mimpi dan mimpi itu merupakan awal dari sebuah kesuksesan.

Bicara tentang cita-cita dan mimpi, mustahil rasanya jika manusia tidak memiliki impian dan harapan dalam hidupnya... Bukankah setiap orang berhak bermimpi??? Apa salahnya orang biasa bermimpi besar??? Misalnya seorang anak pemulung berharap bisa menjadi dokter??? Orang pintar namun miskin berharap bisa menjadi seorang pilot?? Bukankah itu sah-sah saja??? Mungkin memang itu terlihat mustahil, tapi sekali lagi setiap orang berhak atas impiannya tinggal kita siap berusaha keras untuk mewujudkan impian tersebut. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, semua hal bisa saja terjadi karena kita punya Tuhan, Allah SWT, Ialah Sang Maha Pengasih yang mengatur semua dimensi hidup ini. Bagi ia tidak ada yang mustahil... Kun Fayakun...!!!

Waktu kita masih kecil, masih bloon, manja, cengeng dan uang jajanpun masih minta sama orangtua, tapi ketika ditanya tentang cita-citanya di masa depan atau mungkin tanpa ditanyapun kita yang masih bocah akan langsung memproklamasikan diri tentang cita-citanya kelak. Dengan lantang, polos dan suara cadelnya, mungkin kita yang masih bocah akan bilang gini: “Ibu, nanti kalau saya udah gede saya ingin menjadi dokter, karena kalau Ibu sakit saya bisa akan selalu ada untuk Ibu dan bisa menyembuhkan penyakit lewat tangan dan ilmu saya, anak Ibu...!! hehe” atau mungkin gini “Kalau saya udah besar nanti, saya ingin menjadi....?? Astronot..!!! jadi saya bisa pergi ke luar angkasa, bisa ke bulan lagi..!!!” hahaha Kurang lebih seperti itulah cita-cita dan impian kita di masa kanak-kanak.. Orang bijak berkata: Hendaknya orang dewasa bisa sedikit belajar dari seorang anak-anak. Kenapa?? Karena jika ditanya masalah mimpi dan cita-cita, tanpa pikir panjang dan penuh rasa optimis si anak akan langsung bilang ‘Saya ingin menjadi....’

Itulah mimpi . Mimpi adalah bunga hidup. Selagi masih kecil saja kita sudah punya mimpi dan harapan untuk menjadi orang besar, orang sukses dan orang yang berguna bagi orang lain. Apalagi sekarang??? Kita sudah menginjak di usia remaja, dimana mimpi kita harus semakin terfokus, terencana dan harus sudah memulai langkah nyata untuk mewujudkan mimpi tersebut.



Sebenernya tujuan utama saya buat catatan ini saya ingin berbagi rasa stres :D setidaknya saya juga bisa dapat motivasi dari kalian, pembaca catatan ini..

Kegelisahan, kebimbangan dan stress melanda saya. Saya dihadapkan dalam kondisi sulit seperti ini. Waktu hanya tersisa 1 tahun lagi bagi saya untuk terus belajar giat di masa SMA ini.

Seperti yang kita ketahui, sangat sulit bagi lulusan SMA untuk mencari pekerjaan baik dan menjamin untuk kehidupan di masa depan. Tanpa kuliah dan menjadi sarjana, pekerjaan yang menjanjikan sangatlah mustahil. Saya ingin kuliah...!! Saya ingin kuliah....!!!

Saya sadar, saya terlahir dari keluarga biasa, tapi saya ingin menjadi orang yang luar biasa, yang bisa merubah keadaan. Mungkin ini terlihat bodoh, konyol, lucu, atau mungkin ‘tidak tahu diri’, tapi itulah prinsip hidup saya..

Saya ingin kuliah...!!! Tapi apa bisa??? Yakin, pasti bisa...!!! terus mau kuliah di mana??? Saya tidak berharap besar bisa masuk PTN favorit, seperti UI, ITB, Unpad, UGM, dll. Bukan tidak minat, tapi seperti yang kita ketahui, biaya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sangatlah mahal, apalagi ke PTN favorit di atas, perlu biaya puluhan bahkan ratusan juta. Okelah, impian itu sedikit saya ‘lupakan’.

Akhir-akhir ini saya mulai melirik PT kedinasan, Sekolah Tinggi akuntansi Negara (STAN) adalah salahsatunya. Mungkin inilah peluang dan harapan terbesar saya. Dimana di STAN, biaya kuliah ditanggung semua (bisa sedikit meringankan beban orangtua) dan karena STAN memiliki ikatan dinas, jadi tiap lulusannya akan langsung siap kerja dan menjadi PNS. Oke, sedikit lega... setidaknya saya punya pegangan. Walaupun saya harus bersaing dengan ratusan ribu peminat lain yang juga ‘menggantungkan’ masadepannya pada STAN, saya siap...!!! Saya pasti bisa...!!! Insyaa Allah...!!!

Kembali ke masalah impian dan cita-cita, namanya juga manusia.. Sekali lagi, mungkin terlihat lucu, bodoh, aneh bahkan ‘tidak tahu diri’. Tapi itulah manusia selalu punya harapan yang baik atas kehidupannya di masa depan.

Nah, selain STAN, saya juga sedikit tertarik sama kuliah gratis dengan beasiswa di luar negeri. Ohwaw??? Hahaha. Mungkin ga yaa??? Nothing Impossible..!!! Coz I’m Possible...!!!

Belakangan ini, saya sering browsing dan membaca informasi beasiswa kuliah di luar negeri. Beasiswa di Malasysia, Singapore, German, Australia, Jepang, dll. Bahkan ada juga beasiswa yang bener-bener gratis total dari mulai biaya kuliah dan biaya hidup, asal prestasi kita nantinya tetep bagus.. Bahkan saya tertarik sama penawaran beasiswa di salahsatu universitas di Malaysia, sangat menarik, persyaratannyapun terlihat ga sulit-sulit amat, dan ini akan menjadi salahsatu referensi buat kuliah nanti.. hehe Insyaa Allah.. Tapi sekali lagi, masalahnya mungkin ga yaa??? ^_^

Jangan bicara tingkat nasional, dan provinsi, di tingkat kotapun masih banyak yang lebih pintar dari saya. Nah ini di luar negeri??? Nahlohh?!!! Bisa jadi saingannya dari seluruh penjuru dunia yang pastinya mereka lebih jenius dan kreatif. Yang saya takutkan, saya tidak akan sanggup bersaing dengan mereka. Bukan pesimis, tapi IQ saya juga tidak besar-besar amat. Tapi dengan rasa optimis, percaya pada kemampuan diri sendiri, oke, saya siap menjadi orang yang lebih aktif, kreatif dan kerja keras demi tercapainya sebuah kesuksesan di masa depan. Saya akan terus memotivasi diri, terus menanamkan aura positif dan keberanian untuk mempersiapkan mental diri dalam menyikapi tantangan kehidupan masa depan yang akan semakin berat. Insyaa Allah...!!!

Nothing Impossible, coz I’m possible...!!! Saya juga percaya sama kekuasaan Allah, Allah selalu bersama kita, hanya Ialah yang mengatur roda kehidupan manusia di muka bumi ini. Masalah mimpi dan harapan di atas, biarlah menjadi sebuah coretan dan cerita hidup pribadi. Masalah tercapai atau tidaknya, kita lihat saja nanti...!!! Kita hanya bisa berdo’a dan tentunya berusaha semaksimal mungkin dalam mewujudkannya, niscaya hasilnya akan maksimal pula.

Yasudahlah, sekarang yang terpenting adalah saya bisa menggunakan waktu setahun ke depan ini dengan sangat baik, belajar dengan giat dan terus berdo’a.. Manusia hanya bisa berharap dan berusaha, tapi Allah jugalah yang menetukan hasilnya.. Baik di mata manusia belum tentu baik di mata Allah.. Tawakkal ‘alallaah itulah yang terbaik..



Catatan ini saya buat karena : Tanggal 26 Juli ini usia saya genap 17 tahun... Itu berarti kurang lebih selama 17 tahun juga saya telah membebani mereka. Namun sampai saat ini saya belum bisa membalas jasa-jasa mereka. Jalan hidupku masih panjang, saya masih kelas XII, masa-masa kuliah (yang menjadi loncatan utama untuk bisa kerja) belum saya jalani. Mungkin sementara ini saya akan masih merepotkan kalian. Tapi saya janji, saya tidak akan menyianyiakan pengorbanan dan ketangguhan kalian. Kelak, saya harus menjadi ‘orang’ dan saya berjanji (walaupun pengorbanan kalian tidak akan pernah bisa terbalas oleh apapun) akan membahagiakan kalian, saya ingin kalian berdua bisa tersenyum bahagia melihat sang anak sukses. Insyaa Allah... terus do’akan.!!! Semoga catatan ini bisa sekaligus menjadi do’a tersendiri di usia saya yang ke-17 tahun ini. Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin..





Friend’s Qoutes:

Aulia Aziz D'Solid:

* Jika lagi stress, ‘take it easy...!!!’



Alfa:

* Ingat, di langit masih ada langit

* Tidak ada cara buruk untukberbuat baik.

* Give Yourself, Know Yourself, Be yourself (Half full - Half empty)

* Ketika mimpi tak pernah terwujud, saat angan tak pernah tercapai. Never say "Ya Sudahlah" Bangkit dan berjuang kembali..!!



Regga Irgie Radittama:

* Berdo’a-Berusaha-Berhasil-Bersyukur (B4)

* Setiap orang memiliki ‘rasa takut’ dalam dirinya. semua tergantung pada apa yang mereka lakukan dengan rasa takut tersebut. Itulah yang membedakan seorang ‘pahlawan’ dan ‘pengecut’.

* Orang-orang yang menjadi 'teman' kita sangat mempengaruhi 'kualitas diri' kita.

* keluarkan ide kreatif, jadilah pribadi yg aktif dan penuh daya tarik!

* Jangan jadikan ‘doa’ sebagai alat untuk ‘meminta’ sesuatu, tapi jadikanlah doa sebagai ‘niat’ kita untuk ‘beribadah’ kepada Allah Swt.

* Berubah menuju kebaikan dengan perlahan, tidak ada alasan untuk menyerah dalam perjalanan, rasakan kesungguhan yang mengisi jiwa untuk menatap masa depan.

* Kesuksesan, tidak dapat diraih kecuali dengan kerja keras intelektual yang tak kenal henti, selalu terinspirasi oleh cita-cita. Ingat, ‘tidak ada hal besar yang terjadi tanpa adanya 'antusiasme’!

* IQ+EQ+SQ = Our self! jadilah si intelek beremosional positif mempunyai spirtual yang tangguh!

berani?? harus berani! Sanggup? harus sanggup!



Maher Zain:

* Don’t despair and never loose hope, Cause Allah is always by your side

* a goal without planning is just a hope



#160711

Kamis, 09 Juni 2011

15.04 Posted by Arie No comments Posted in ,
Kisah Ericka, Ketika Seorang Pendeta Bilang Muslim Membenci Yesus



Pernyataan seorang pendeta bahwa Muslim membenci Yesus, justru mendorong Ericka--penganut Kristen Evangelis yang menikah dengan seorang lelaki muslim--mencari kebenaran akan pernyataan itu. Pencarian itulah yang membawa Ericka pada agama Islam dan akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang muslimah.

Perempuan Amerika keturunan Meksiko itu sebenarnya dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat. Sekira tahun 2008 lalu, seorang sahabat mengundang Ericka datang ke gereja penganut Evangelis. Sejak itu, ia merasa cocok dengan ajaran Evangelis.

"Mereka (jamaah Evangelis) sangat mirip dengan saya pada waktu itu dan banyak membantu saya. Saya memahami banyak ajaran mereka, antara lain kewajiban membaca Alkitab. Meski saya tidak selalu paham isi Alkitab, setidaknya saya berniat untuk belajar dan ikut kelas Alkitab pada hari Minggu," ujar Ericka.

Pada suatu kesempatan, seorang pendeta mengatakan bahwa Muslim membenci Yesus dan Muslim menyembah tuhan lain yang disebut "Allah". Pernyataan mendorong rasa ingin tahu Ericka akan kebenaran ucapan pendetanya.

"Saya terkejut, saya berjumpa dengan beberapa Muslim yang ternyata mencintai 'Yesus' sama besarnya dengan umat Kristiani. Saya juga akhirnya tahu bahwa kata 'Allah' adalah bahasa Arab yang artinya 'Tuhan' dan bahwa Yesus bukan tuhan seperti yang diyakini umat Kristiani, karena Yesus yang sama juga menyembah Tuhan yang sama seperti kita," tutur Ericka.

Sejak itu, rasa ingin tahu Ericka semakin besar. Ia mencari informasi tentang asal usul Alkitab dan para penyusun Alkitab. Ia menemukan banyak kontradiksi dan penyusun-penyusun Alkitab yang tidak jelas identitas dan kapabilitasnya. Ericka bahkan menemukan penyusun Alkitab yang bahkan tidak tahu Yesus, tap berani menulis tentang Yesus.

Pada awalnya, ada penolakan dalam hatinya untuk mengakui bahwa banyak hal-hal yang tak masuk akal dalam agama Kristen. "Sedih rasanya memikirkan bahwa kitab suci (Alkitab) saya yang suci dan sakral itu, yang buat saya adalah firman-firman Tuhan, ternyata banyak penyimpangan," ujar Ericka.

"Saya berdoa pada Tuhan yang Mahakuasa untuk membimbing saya, membiarkan saya melihat kebenaran, dan membawa saya untuk menyembah-Nya tanpa khawatir akan konsekuensi apapun," sambung Ericka.

Hal besar yang masih membuat Ericka ragu adalah pertanyaan mengapa Alkitab tidak menubuatkan tentang Nabi Muhammad Saw. Ia mencari bukti-bukti itu dan menemukan jawabannya; jika Alkitab memuat nubuat tentang Nabi Muhammad Saw, itu artinya Alkitab mengakui keberadaan Nabi Muhammad Saw dan Islam.

Ericka pun bertekad untuk lebih dalam mempelajari Islam. Ia membaca Al-Quran dan mengakui kemurnian Al-Quran sebagai perkataan yang langsung dari Allah Swt. "Saya menemukan bahwa Islam adalah agama yang benar dan logis, memberikan jawaban untuk kehidupan ini, dan Islam adalah agama yang damai dan membawa diri kita secara menyeluruh pada Allah," ungkap Ericka.

Setelah melalui pemikiran yang panjang, Ericka memutuskan untuk masuk Islam. Suami Ericka yang muslim, membantunya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah bersyahadat, Ericka merasa beban berat di pundaknya seketika lenyap. "Saya merasa bebas, bersih dan keyakinan yang penuh," tukas Ericka yang kemudian langsung mengenakan jilbab.

Ericka beruntung karena tidak mengalami kendala dari keluarganya yang Kristen. "Islam memberikan saya tuntunan hidup yang lengkap, kesempatan untuk lebih dekat pada Allah. Kesempatan untuk menerima rahmat-Nya, kesempatan untuk hidup di hari kemudian. Islam memberikan kedamaian dan memberikan penerang di jalan yang saya ikut," tandasnya.

Buat mereka yang belum mengenal Islam, Ericka berpesan, "Jangan takut untuk mempelajari Islam, paling tidak memahaminya dan jangan mengkritiknya. Anda akan paham jika Anda tahu sepenuhnya tentang Islam, dan jika Anda paham, Anda akan menghormati Islam. Teruslah mencari dan mintalah petunjuk Allah." (ln/oi)

Sumber: Klik...!!!

Jumat, 03 Juni 2011

14.33 Posted by Arie No comments Posted in
Ketika dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan rutin, di samping kiri aku melihat seorang bapak mengendarai sepeda motor dengan gerobak disampingnya. Nampaknya dia sudah selesai berjualan dan hendak pulang.

Awalnya, aku tidak peduli….sampai aku melihat sesuatu yang menurutku ganjil.

Oh Tuhan…Kakinya tidak menapak pada “pancatan” (aku ga tahu apa namanya) sepeda motor. Kakinya hanya menggantung kecil ….kira2 hanya berjarak 40cm dr pangkal pahanya. Diujung kaki itu, dikenakan sebuah sepatu yg bagus..bersih…dan arah sepatu itu terbalik…ujung jari yg seharusnya ke depan…ini justru ke belakang.

Sejenak aku merasa miris. Aku kagum dengan semangat bapak itu. Walau keadaannya seperti itu, dia tetap semangat bekerja. Dia tidak meminta-minta. Dia tidak berpakaian kusut supaya dikasihani, tp justru berpakaian rapi dan bersepatu. Dan dia bekerja sampai semalam ini (pkl 21.30)

Aku terus menatap bapak itu sampai hilang dr pandanganku….

Aku merenung. Adakah aku lebih semangat dr bapak itu? Aku lebih sempurna secara fisik. Lebih banyak hal yg bisa aku lakukan. Tapi sampai seberapa mampu aku mengolah segala yang aku miliki. Sering kali aku memoles diri supaya dikasihani…menempatkan diri sebagai sosok yang menderita..memiliki persoalan hidup terberat…memasang muka masam…dan putus asa untuk berusaha.

Tapi…seorang bapak yang tidak kukenal …malam ini telah mengajar aku … bahwa apapun keadaan diri kita, jgn kita berputus asa. Semua ada jalan…asal kita mau berusaha. Teruslah bersemangat.. Tampilah sebagai orang yang pantas dihargai..bukan dikasihani.

Terima kasih Tuhan…

sumber : http://www.resensi.net/hidup-semangat-dan-perjuangan/2010/02/
14.09 Posted by Arie No comments Posted in
Derita Cinta Ditolak

Cinta memang tak pernah usang untuk dibahas. Selalu ada sisi menarik dari cinta. Cinta terkadang manis, tapi juga akan terasa pahit tergantung bagaimana kita mengelola cinta. Cinta antarmanusia memang tak selamanya akan semanis kurma terkadang apa yang kita cintai meninggalkan kita seperti kisah berikut.

Kita mungkin tak asing lagi dengan kisah cinta Laila Majnun, kisah cinta antara Qeis dan Laila. Di kisah ini Laila benar-benar membuat Qeis gila. Qeis yang memiliki wajah pas-pasan amat cinta dengan Laila karena wajahnya cantik. Tapi sayang, Ayah Laila tidak menyetujui hubungan antara Qeis dengan Laila ditambah Laila dipersunting lelaki lain.

Hal ini membuat Qeis depresi. Ia sering melamun dan sering menyebut nama Laila dan ia lupakan Allah Subhanahu wata’ala yang semestinya ia cintai dan rindukan. Wallahu a’lam.

Sebenarnya masih banyak lagi kepahitan cinta semu antarmanusia akibat terlalu berlebihan dalam mendambakan seorang kekasih yang sudah menghilang. Salah satunya gara-gara cinta ditolak seseorang menjadi buta, ia sampai hati menyebarkan kejelekan orang yang dicintai kepada orang lain salah satunya lewat situs jejaring sosial yang sekarang ini sedang digandrungi para remaja.Selain itu, ada yang tega membunuh orang yang dicintai atau bahkan membunuh dirinya sendiri. Naudzubillahi min dzalik.

Itulah cinta. Cinta semu diantara manusia. Cinta yang didefinisikan sebagai amalan hati yang akan tampak pada amal lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Namun, jika cinta tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan yang amat merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain sebagaimana cinta semu diantara manusia yang bisa membuat seseorang jatuh ke jurang penderitaan lahir maupun batin gara-gara cinta ditolak.

Derita lahir salah satunya depresi atau stress, sedangkan derita batin yakni hatinya menjadi keruh karena sudah dicemari penyakit dan hatinya kering dari kerinduan terhadap Allah.

Apa itu Mahabbah Al-isyq?

Hati yang menjadi buta seperti yang dikisahkan tadi dipicu oleh mahabbah al-isyq. Apa ntu mahabbah al-isyq? Mahabbah al-isyq merupakan jenis cinta yang arahnya lebih pada aspek kesamaan atau kecocokan di antara yang mencintai dan yang dicintai. Kesamaan atau kecocokan di antara manusia berlawanan jenis menimbulkan perasaan suka.

Nah, persamaan kepentingan, sehingga kedua insan padu, akhlak yang baik, rupa cantik atau tampan serta kecerdasan sebagai pemicu mahabbah al-isyq. Qeis suka dengan Laila karena wajah Laila yang amat cantik. Wajah cantik Lailalah pembangkit gejolak mahabbah al-isyq Qeis.

Walaupun, faktor kecantikan atau tampan, kecerdasan, persamaan kepentingan dan akhlak yang baik bukan faktor utama, faktor tersebut seringkali dijadikan dasar kenapa seseorang menyukai lawan jenis.

Sesuai dengan yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim, pada dasarnya manusia ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan hikmahNya yaitu Allah menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.

Kok Aku Terjerat Penyakit Al-isyq?

Cinta yang tidak baik dan salah diantara manusia serta tanpa diimbangi dengan cinta kepada-Nya memang akan menyebabkan penyakit. Orang yang terserang penyakit al-isyq akan berbuat apa saja demi cintanya dapat diterima oleh orang yang dicintai.

Hati dan pikiran orang yang terserang penyakit cinta pun semakin tidak karuan, pikiran kotor sering muncul sehingga ide-ide kotor yang hadir dalam pikiran menodai usaha manusia dalam mengejar cintanya pada seseorang.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penyakit al-isyq agaknya sering menimpa orang yang hatinya kosong dan rasa cinta kepada Allah sangatlah kurang terlihat dari pikiran-pikiran seseorang yang sedang kasmaran menjadi buta dan jauh dari Allah subhanahu wata’ala. Berkata ulama Salaf bahwa penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya.

Nyata sekali kalau hati kita jauh dari rasa cinta kepada-Nya akan mudah sekali terserang penyakit al-isyq. Kalaulah kita terlanjur diserang penyakit cinta cobalah hati yang kosong dipenuhi dengan mahabbah kita kepada Allah karena ini terapi yang paling diutamakan yaitu mengutamakan cinta kita kepada Allah.

Mahabbah al-isyq akan menjadi penyakit hati apabila ternyata seseorang yang dicintai tak menerimanya karena adanya penghalang seperti perbedaan kepentingan, adanya cela dalam akhlak, serta rupa sehingga menimbulkan salah satu insan pergi meninggalkan seseorang yang awalnya ia suka.

Hilangnya atau kepergian orang yang dicintai membuat dorongan penyakit al-isyq semakin besar. Maka dari itu, perlu adanya terapi agar dapat terhindar dari penyakit al-isyq. Penyakit al-isyq agaknya berbeda dengan penyakit-penyakit pada umumnya dilihat dari segi bentuk, sebab, maupun penyembuhan.

Penyakit ini mampu membuat jiwa dan raga seseorang sakit seluruhnya. Obat penawarnya pun agak sulit dicari bahkan dokter terkadang kewalahan menangani penyakit al-isyq. Eitz, kita tak perlu resah dan takut karena terlanjur terserang penyakit al-isyq, Rasulullah memiliki terapi khusus agar kita terhindar dari penyakit ini, lho. Mau tahu?

Terapi Penyakit Al-Isyq ala Rasulullah

Ada beberapa terapi dalam menyembuhkan penyakit al-isyq ala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disampaikan oleh Ibnul Qoyyim dalam karyanya Zadul Ma’ad. Terapi ini diberikan tentunya karena pada dasarnya manusia memiliki nafsu yang tidak selamanya menguntungkan manusia.

Hal ini sesuai dengan firman Allah :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran [3] : 14)

Cinta terhadap lawan jenis sewaktu-waktu dapat menuju dorongan syahwat yang berbahaya. Oleh karena itu, agar tidak terjadi sesuatu yang merugikan, tindakan pencegahan lebih awal serta menjauhkan diri dari sikap maupun sarana yang menjurus pada penyakit al-isyq seperti ber-chat ria lewat situs jejaring sosial atau ber-sms dengan lawan jenis juga banyak memberikan immun hati terhindar dari penyakit al-isyq.

Rasulullah menganjurkan kepada pemuda yang telah mampu untuk menikah. Jika memang ada peluang untuk menikahi wanita yang dikasihinya. Namun, bila si pemuda belum siap dianjurkan untuk berpuasa sebagaimana tercantum dalam hadits dari riwayat Ibn Mas’ud Radhiyallahu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah , barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina).”

Nyata solusi yang paling manjur untuk orang yang sedang kasmaran adalah menikah dan dengan menikah pastinya akan terhindar dari zina dan tak usah bingung lagi untuk berbalas kasih dengan orang yang dicintai.

Seperti halnya Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan.”

Tidak semuanya orang yang sedang tertimpa penyakit cinta bisa disembuhkan dengan cara menikah dan berpuasa. Karena peluang untuk menikahi orang yang dikasihi terhalang oleh takdir yakni orang yang dikasihi bukan jodohnya. Jika sudah begini, penyakit al-isyq akan semakin parah apabila tidak ditangani sesegera mungkin dengan terapi.

Terapi kedua yakni berpikir positif (Be positive thingking, okey!) dan menyakinkan diri bahwa apa yang menimpa kita kepada orang yang dikasihi adalah takdir Allah subhanahu wata’ala. Berpikirlah bahwa Allah subhanahu wata’ala pasti akan memberikan yang lebih baik karena jodoh sudah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Mencoba sedikit demi sedikit untuk melupakannya dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala dan berdoa kepada Allah diberikan jodoh yang lebih baik.

Bila cara menyakinkan diri bahwa apa yang menimpa cintanya adalah ketetapan atau takdir Allah subhanahu wata’ala tidak mempan juga. Rasa cintanya masih menggebu hendaknya ditangkal dengan beberapa keyakinan tentang risiko yang kita dapatkan jika kita masih bersikukuh mengejar kekasih yang mustahil akan jadi jodohnya karena takdir tidak menghendakinya. Risiko hilangnya seorang kekasih serta siksa di akhirat nanti bila penyakit al-isyq tidak lekas dihilangkan, cobalah dipikir sejenak.

Terapi tersebut juga tak mempan juga, alternatif lain yakni mengubur rasa cinta atau simpati pada lawan jenis dengan apa-apa yang kiranya ada cela dalam akhlaknya, sikap, maupun kecerdasannya dan kekurangan yang lain. Apa-apa yang tidak baik dari lawan jenis membuat penyakit al-isyq yang menggebu agaknya lebih banyak berkurang dan semakin lama akan semakin menghilang penyakit ini.

Dengan mengingat kejelekan dari pemicu penyakit al-isyq, maka semakin mudah jalan penyakit ini keluar dari hati kita.

Secuplik terapi-terapi yang diuraikan oleh Ibnul Qoyyim agaknya mampu membunuh penyakit al-isyq asalkan kita berniat sungguh-sungguh untuk menghindari penyakit al-isyq serta jangan terlalu meratapi dambaan hati yang tak jadi pendamping hidup, bangkitlah dari penderitaan cinta dan bangkit mencari pengganti yang lain, karena rejeki kita siapa tahu. “...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf [12] : 87)

Bentengi Hati Dengan Tazkiyatun Nufs

Menurut Imam Ibnu Al-Jauzi, ”kecintaan, kasih sayang dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela.”

Tak ada salahnya kita tertarik atau suka dengan lawan jenis asalkan kita mampu membentengi hati kita dengan tazkiyatun nufs yakni membersihkan jiwa dari penyakit hati agar ketika kita tertimpa sesuatu seperti cinta ditolak kita tak akan mudah jatuh. "Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat (menyebut) nama Rabbnya, lalu dia shalat." (QS. al-A’la [87] : 14-15)

sumber: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/ku-ingin-lepas-dari-jeratan-penyakit-al-isyq.htm

Bookmark Us

Delicious Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search