Living in The Moment, Preparing for The Future..
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2011

11.06 Posted by Arie No comments Posted in ,
Haji dan Umrah serta penyelenggaraannya

Rukun islam yang terakhir adalah pergi haji ke Baitullah untuk melaksanakan serangkaian amal ibadah sesuai dengan syarat, rukun dan waktu yang telah ditentukan
Ibadah haji ditentukan kepada muslim yang mampu,yaitu sudah mempunyai bekal yang cukup untuk pergi dan bekal bagi keluarga yang ditinggalkannya.Sama halnya dengan umrah yang dapat dilakukan pada bulan-bulan lain selain bulan Zulhijah.

Haji dan umrah merupakan suatu kegiatan rohani yang didalamnya terdapat pengorbanan,ungkapan rasa syukur,berbuat kebajikan dengan kerelaan hati,melaksanakan perintah Allah serta mewujudkan pertemuan besar dengan umat muslim lainnya di seluruh dunia.
Firman Allah yang artinya :
“Dan(ingatlah),ketika kami menjadikan rumah (Ka’bah)tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia.Dan jadikan maqam Ibrahim itu tempat salat.Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail,”Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf,orang yang itikaf,orang yang rukuk dan orang yang sujud”

Pengertian Haji dan Umrah

Haji adalah rukun Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa.
Pengertian haji menurut bahasa (etimologi) adalah pergi ke Baitullah (Ka’bah) untuk melaksanakan ibadah yang telah ditetapkan/ditentukan Allah SWT
Pengertian haji menurut istilah (terminologi) adalah pergi beribadah ke tanah suci (Mekah), melakukan tawaf, sa’i dan wukuf di Padang Arafah serta melaksanakan ketentuan-ketentuan haji di bulan Zulhijah.

Pengertian umrah menurut bahasa (etimologi) yaitu diambil dari kata I’tamara yang artinya berkunjung.
Pengertian umrah menurut syariat yaitu
Berkunjung ke Baitullah(Masjidil Haram) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dengan syarat tertentu yang waktunya tidak ditentukan seperti halnya haji.

Kegiatan inti ibadah haji dimulai dari tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.


Hukum Haji dan Umrah

Hukum melaksanakan haji adalah wajib bagi setiap muslim yang mampu sesuai dengan firman Allah , yang artinya :
“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas,(di antaranya) maqam Ibrahim.Barang siapa memasukinya (Baitullah)amanlah dia.Dan(di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadadah haji ke Baitullah,yautu bagi orang-orang yang mampu mengadakn perjalanan ke sana.Barang siapa mengingkari (kewajiban)haji,maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu)dari seluruh alam.”

Sebagian ulam berpendapat bahwa umrah hukumnya mutahabah,artinya baik untuk dilakukan dan tidak di wajibkan.
Sebagaimana dalam hadist Nabi Muhammmad SAW, yang artinya :
“Dari Talhah Ibnu Abdillah,sungguh ia mendengar Rasulullah saw,bersabda :Haji adalah jihad sedangkan Umrah adalah tatawwu”

Syarat, Rukun, Wajib, serta Sunnah Haji dan Umrah

Syarat Sah Haji :
1. Agama Islam
2. Dewasa / baligh
3. Berakal (tidak gila)
4. Merdeka, bukan budak

Syarat mampu dalam Ibadah Haji
1. Sehat jasmani dan rohani tidak dalam keadaan tua renta, sakit berat, lumpuh, m engalami sakit parah menular, gila, stress berat, dan lain sebagainya. Sebaiknya haji dilaksanakan ketika masih muda belia, sehat dan gesit sehingga mudah dalam menjalankan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur.

2. Memiliki uang yang cukup untuk ongkos naik haji (onh) pulang pergi serta punya bekal selama menjalankan ibadah haji. Jangan sampai terlunta-lunta di Arab Saudi karena tidak punya uang lagi. Jika punya tanggungan keluarga pun harus tetap diberi nafkah selama berhaji.

3. Keamanan yang cukup selama perjalanan dan melakukan ibadah haji serta keluarga dan harta yang ditinggalkan selama berhaji. Bagi wanita harus didampingi oleh suami atau muhrim laki-laki dewasa yang dapat dipercaya.

Rukun Haji :
Rukun haji adalah hal-hal yang wajib dilakukan dalam berhaji yang apabila ada yang tidak dilaksanakan, maka dinyatakan gagal haji alias tidak sah, harus mengulang di kesempatan berikutnya.
Rukun haji diantaranya :
1. Ihram
2. Wukuf
3. Thawaf
4. Sa'I
5. Tahallul
6.Tertib

1. Ihram
Berniat untuk mulai mengerjakan ibadah haji dengan memakai kain putih yang tidak dijahit. Ibadah ini di mulai setelah sampai miqat (batas yang telah ditetapkan). Miqat terbagi dua, yaitu: miqat zamani dan miqat makani.
2. Wukuf
Wukuf yang dilaksanakan di Arafah adlah berhenti di padang arafah sejak tergelincirnya matahari tanggal 9 dzulhijah samapi terbit fajar tanggal 10 dzulhijah.

3. Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah kebalikan dengan arah jarum jam sebanyak 7 kali.
Macam-macam tawaf diantaranya :
a. Tawaf qudum
b. Tawaf ifadah
c. Tawaf sunah
d. Tawaf nazar
e. Tawaf wada

4. Sa’I
Lari – lari kecil atau jalan cepat antara safa dan marwah. Syarat – syarat sa’i adalah sebagai berikut:
a. Dimulai dari bikit safa dan berakhir di bukit marwa.
B. Dilakukan sebanyak tujuh kali
c. Melakukan sa’I setelah tawaf qudub.

5. Tahalul
Mencukur atau menggunting rambut sedikitnya tiga helai. Pihak yang mengatakan mencukur sebagai rukun haji beralasan karna tidak dapat diganti mdengan penyembelihan.

6. Tertib
Menjalankan rukun haji secara berurutan.

Wajib Haji

Diantaranya sebagai berikut :
1. Ihram mulai dari miqat.
2. Bermalam di Muzdalifah pada malam hari raya haji.
3. Melempar jumratul aqabah
4. Melempar 3 jumrah :
a. Jumrah ula
b. Jumrah wusta
c. Jumrah aqabah

5. Bermalam di Mina
6. Tawaf wada
7. Menjauhkan diri dari larangan/perbuatan yang diharamkan dalm ihram dan umrah.


Sunah Haji
1. Cara mengerjakan haji &umrah,dintaranya :
a. Ifrad :Melakukan haji terlebih dahulu,kemudian baru umrah
b. Tamattu :Mendahulukan umrah kemudian haji.
c. Qiran :Ibadah haji dan umrah dilakukan secara bersama-sama.

* Membaca talbiyah selama dalam ihram sampai melempar jumrah aqabah pada Hari
* Raya Haji (Idul Adha).
* Berdoa setelah membaca talbiyah
* Berzikir sewaktu tawaf
* Salat 2 rakaat setelah tawaf
* Masuk ke Ka’bah

Rukun dan Wajib Umrah

a. Rukun Umrah :
1. Ihram disertai niat
2. Tawaf/mengelilingi ka’bah
3. Sa’i/lari-lari kecil antara safa dan marwah
4. Bercukur/memotong rambut minimal 3 helai
b. Wajib Umrah :
1. Ihram dari miqat,diantaranya :
2. Miqat zamami (batas waktu) yakni dapat dilakukan sewaktu-waktu.
3. Miqat makani (batas mulainya ihram)seperti haln
4. Menjaga diri dari larangan –larangan miqat

Perilaku Cerminan Hikmah Haji dan Umrah:
a. mempelajari serta memahami ibadah haji dan umrah
b. memahami sejarah nabi-nabi khusus nya nabi ibrahim dan nabi ismail
c. mengajarkan ke taqwaan kepada allah
d. memotivasi diri untuk mempelajari sirah nabawiyah dan ayat-ayat allah
e. melatih kesabaran dan berbuat baik disertai dengan komitmen melaksanakan rukun islam.dll

silahkan download PPT filenya disini

Jumat, 10 Juni 2011

12.59 Posted by Arie No comments Posted in ,


A. Deskripsi

Masjid Dian Al-Mahri atau lebih dikenal dengan Mesjid Kubah Emas Depok. Lokasinya di Jln. Meruyung-Cinere, Kel. Meruyung, Kec. Limo, Depok, Jawa Barat. Masjid ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 dan disebut-sebut sebagai masjid termegah di kawasan Asia Tenggara dengan luas mencapai 8.000 m2 dan berdiri di atas lahan seluas 70 ha. Masjid ini menggunakan material emas pada beberapa bagian bangunan, emas yang paling dominan terlihat pada lima kubah dan puncak enam menaranya. Enam menara berbentuk segi enam, menjulang setinggi 40 meter yang dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat yang mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India.

B. Analisis

1. Analisis Kajian Aspek Religi
Mesjid pada dasarnya dibangun untuk kepentingan beribadah kepada Allah SWT. Namun, karena kemegahan dan keindahannya, tentu akan sedikit membantu dalam pengkhusyuan dan menciptakan suasana nyaman dan menandakan keagungan Allah SWT ketika sedang berada di dalamnya, jadi hal ini akan membantu dalam meningkatkan rasa Mahabbah ‘Alallaah.

2. Analisis Kajian Aspek Teknologi
Teknologi yang ada di Masjid Dian Al-Mahri ini sudah terbilang sangat maju. Contohnya, di Mesjid ini tepatnya di Kubah bagian dalam Mesjid, terdapat gambar atau visualisasi yang dapat berubah setiap waktu shalat tiba, jadi di dalam kubah tersebut akan berubah warnanya sebanyak lima kali dalam sehari.

3. Analisis Kajian Aspek Arsitektur
Arsitektur bangunannya begitu megah dengan mengikuti tipologi arsitektur Mesjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, menara, halaman dalam, dan penggunaan hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya: gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton.

C. Evaluasi

Sebagai muslim, kita harus bangga dengan adanya Mesjid Kubah Emas Depok ini, karena ini menandakan adanya sebuah pembaruan dalam Budaya Islam yang menuju ke kemajuan dan modernisasi Islam. Namun, Mesjid merupakan tempat ibadah yang harus kita jaga dan kita ramaikan tiap hari, jangan sampai hanya untuk dijadikan sebagai bahan kunjungan saja oleh para pengunjung dari luar daerah Depok, seperti apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat ke 19.

Kamis, 09 Juni 2011

15.14 Posted by Arie No comments Posted in
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (110)

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. ”(Ali Imran / 3 : 110)

Hal ini seharusnya diketahui oleh umat Islam, agar mereka memahami hakikat dan nilai umat ini, dan mengetahui bahwa ia ditampilkan untuk menjadi pelopor dan pemimpin, karena mereka adalah merupakan umat terbaik. Allah ingin agar kepemimpinan ini menghasilkan kebaikan di muka bumi ini, bukan keburukan. Oleh sebab itu, umat ini tidak selayaknya mengikuti petunjuk kehidupan umat lain di antara umat-umat Jahiliyah

Posisi ini tidak bisa diraih dengan pengakuan semata, dan tidak akan diserahkan kepada umat ini kecuali jika mereka telah memiliki kelayakan untuk menerimanya. Dengan konsepsi akidahnya dan dengan sistem sosialnya, umat ini layak untuk menerima posisi tersebut.

Demikian juga dengan kemajuan ilmu pengetahuannya dan peradaban yang dibangunnya di muka bumi—dalam rangka melaksanakan tugas khilafah—maka mereka layak menduduki posisi tersebut. Dari sini jelas bahwa manhaj yang menjadi landasan berdirinya umat ini menuntut mereka untuk melakukan banyak hal dan mendorongnya agar menjadi terdepan dalam segala bidang. Asalkan mereka mengikuti Qur'an dan Sunnah, komit terhadapnya, dan menyadari berbagai konsekuensi dan tanggungjawabnya.

Iman juga diperlukan agar para penyeru kebaikan, pelaku amar ma’ruf dan nahi munkar itu bisa meniti jalan yang berat ini dan mampu menanggung segala bebannya, di saat mereka menghadapi para thaghut kejahatan yang berbuat zhalim, di saat mereka menghadapi para thaghut syahwat yang mencari pelampiasan, di saat mereka menghadapi jatuhnya mental, kendornya semangat, beratnya tujuan. Bekal mereka adalah iman, perlengkapan mereka adalah iman, dan sandaran mereka adalah Allah. Semua bekal selain bekal iman pasti habis, semua sarana selain sarana iman pasti rusak, dan semua sandaran selain sandaran Allah pasti!

“ukhrijat” merupakan ungkapan yang menarik perhatian. Ungkapan ini nyaris memperlihatkan tangan yang mengendalikan dengan lembut saat mengekspos umat ini sedemikian rupa dan menariknya keluar dari tataran ghaib yang gelap dan dari balik tabir abadi, hanya Allah yang mengetahui apa yang ada di baliknya. Ia adalah kata yang melukiskan gerak yang tidak diketahui kelebatannya sekaligus lembut ayunannya. Gerak yang menampilkan umat ke pentas wujud. Umat yang memiliki peran khusus, kedudukan khusus, dan perhitungan khusus.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. ”

Konsekwensi pertama dari posisi ini adalah melindungi kehidupan ini dari keburukan dan kerusakan. Hendaknya mereka memiliki kekuatan yang memungkinkan untuk melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, karena mereka adalah umat terbaik yang dimunculkan ke hadapan manusia. Bukan karena basa-basi atau pilih kasih, bukan karena kebetulan atau sembarangan—Mahasuci Allah dari semua itu—dan bukan pula jatah kehormatan dan kemuliaan sebagaimana dikatakan Ahli Kitab: “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-Nya”.(5:18) Tidak! Melainkan didasari dengan tindakan aktif untuk melindungi kehidupan umat manusia dari kemungkaran, memberdirikan mereka di atas kebajikan, disertai iman yang dapat mendefinisikan mana yang ma’ruf dan mana yang munkar:

“Menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. ”

Sumber : Yusuf Mansur Network
15.04 Posted by Arie No comments Posted in ,
Kisah Ericka, Ketika Seorang Pendeta Bilang Muslim Membenci Yesus



Pernyataan seorang pendeta bahwa Muslim membenci Yesus, justru mendorong Ericka--penganut Kristen Evangelis yang menikah dengan seorang lelaki muslim--mencari kebenaran akan pernyataan itu. Pencarian itulah yang membawa Ericka pada agama Islam dan akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang muslimah.

Perempuan Amerika keturunan Meksiko itu sebenarnya dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat. Sekira tahun 2008 lalu, seorang sahabat mengundang Ericka datang ke gereja penganut Evangelis. Sejak itu, ia merasa cocok dengan ajaran Evangelis.

"Mereka (jamaah Evangelis) sangat mirip dengan saya pada waktu itu dan banyak membantu saya. Saya memahami banyak ajaran mereka, antara lain kewajiban membaca Alkitab. Meski saya tidak selalu paham isi Alkitab, setidaknya saya berniat untuk belajar dan ikut kelas Alkitab pada hari Minggu," ujar Ericka.

Pada suatu kesempatan, seorang pendeta mengatakan bahwa Muslim membenci Yesus dan Muslim menyembah tuhan lain yang disebut "Allah". Pernyataan mendorong rasa ingin tahu Ericka akan kebenaran ucapan pendetanya.

"Saya terkejut, saya berjumpa dengan beberapa Muslim yang ternyata mencintai 'Yesus' sama besarnya dengan umat Kristiani. Saya juga akhirnya tahu bahwa kata 'Allah' adalah bahasa Arab yang artinya 'Tuhan' dan bahwa Yesus bukan tuhan seperti yang diyakini umat Kristiani, karena Yesus yang sama juga menyembah Tuhan yang sama seperti kita," tutur Ericka.

Sejak itu, rasa ingin tahu Ericka semakin besar. Ia mencari informasi tentang asal usul Alkitab dan para penyusun Alkitab. Ia menemukan banyak kontradiksi dan penyusun-penyusun Alkitab yang tidak jelas identitas dan kapabilitasnya. Ericka bahkan menemukan penyusun Alkitab yang bahkan tidak tahu Yesus, tap berani menulis tentang Yesus.

Pada awalnya, ada penolakan dalam hatinya untuk mengakui bahwa banyak hal-hal yang tak masuk akal dalam agama Kristen. "Sedih rasanya memikirkan bahwa kitab suci (Alkitab) saya yang suci dan sakral itu, yang buat saya adalah firman-firman Tuhan, ternyata banyak penyimpangan," ujar Ericka.

"Saya berdoa pada Tuhan yang Mahakuasa untuk membimbing saya, membiarkan saya melihat kebenaran, dan membawa saya untuk menyembah-Nya tanpa khawatir akan konsekuensi apapun," sambung Ericka.

Hal besar yang masih membuat Ericka ragu adalah pertanyaan mengapa Alkitab tidak menubuatkan tentang Nabi Muhammad Saw. Ia mencari bukti-bukti itu dan menemukan jawabannya; jika Alkitab memuat nubuat tentang Nabi Muhammad Saw, itu artinya Alkitab mengakui keberadaan Nabi Muhammad Saw dan Islam.

Ericka pun bertekad untuk lebih dalam mempelajari Islam. Ia membaca Al-Quran dan mengakui kemurnian Al-Quran sebagai perkataan yang langsung dari Allah Swt. "Saya menemukan bahwa Islam adalah agama yang benar dan logis, memberikan jawaban untuk kehidupan ini, dan Islam adalah agama yang damai dan membawa diri kita secara menyeluruh pada Allah," ungkap Ericka.

Setelah melalui pemikiran yang panjang, Ericka memutuskan untuk masuk Islam. Suami Ericka yang muslim, membantunya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah bersyahadat, Ericka merasa beban berat di pundaknya seketika lenyap. "Saya merasa bebas, bersih dan keyakinan yang penuh," tukas Ericka yang kemudian langsung mengenakan jilbab.

Ericka beruntung karena tidak mengalami kendala dari keluarganya yang Kristen. "Islam memberikan saya tuntunan hidup yang lengkap, kesempatan untuk lebih dekat pada Allah. Kesempatan untuk menerima rahmat-Nya, kesempatan untuk hidup di hari kemudian. Islam memberikan kedamaian dan memberikan penerang di jalan yang saya ikut," tandasnya.

Buat mereka yang belum mengenal Islam, Ericka berpesan, "Jangan takut untuk mempelajari Islam, paling tidak memahaminya dan jangan mengkritiknya. Anda akan paham jika Anda tahu sepenuhnya tentang Islam, dan jika Anda paham, Anda akan menghormati Islam. Teruslah mencari dan mintalah petunjuk Allah." (ln/oi)

Sumber: Klik...!!!

Rabu, 08 Juni 2011

11.26 Posted by Arie No comments Posted in
Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Berbicara tentang dajjal, mungkin yang pertama kali muncul dalam pikiran kita ketika mendengar kata dajjal adalah makhlukyang bermata satu yang akan menyesatkan umat manusia di akhir zaman dengan fitnah busuknya. Sebenarnya siapa Dajjal itu sebenarnya?? Bagaimana ciri-ciri Dajjal?? Nah, sekarang saya akan mencoba menjelaskannya..

Bismillaahirrahmaanirraahiim
Nabi Muhammad Shallallahu ’alaih wa sallam memperingatkan ummatnya mengenai dajjal sebagai fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman. Tidak ada fitnah yang lebih busuk daripada fitnah Dajjal
ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ

مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

"Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal), dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR. Ahmad 22215).
Di samping itu pula, Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wa sallam telah mengisyaratkan kepada umatnya bahwa Dajjal tidak akan datang dan tidak akan menebarkan fitnah kejinya dimuka bumi ini terkecuali karena suatu sebab, yaitu ketika para umat manusia kebanyakan telah acuh dan lalai terhadap kewajibannya sebagai hamba Allah SWT. Tidak hanya orang awam, orang-orang pintar pun akan acuh, menganggapnya sebagai mitos dan seolah-olah tidak khawatir apabila diingatkan tentang Bahaya fitnah Dajjal. Sebagaimana tertuang dalam hadits berikut:
لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ

وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ
“Dajjal tidak akan muncul sehingga sekalian manusia telah lupa untuk mengingatnya dan sehingga para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar-mimbar.” (HR Ahmad 16073)

Pertanyaan lain muncul, sebenarnya siapakah Dajjal sebenarnya?? Apakah dia adalah dari kalangan manusia seperti kita yang sekaligus keturunan nabi Adam Alaihi salaam?? Atau dia merupakan makhluk lain bukan manusia yang berasal dari kalangan jin atau apa??
Mungkin, hadits inilah jawabannya

عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَّرَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ ذَاتَ لَيْلَةٍ ثُمَّ خَرَجَ فَقَالَ إِنَّهُ حَبَسَنِي حَدِيثٌ كَانَ يُحَدِّثُنِيهِ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ عَنْ رَجُلٍ كَانَ فِي جَزِيرَةٍ مِنْ جَزَائِرِ الْبَحْرِ فَإِذَا أَنَابِامْرَأَةٍ تَجُرُّ شَعْرَهَا قَالَ مَا أَنْتِ قَالَتْ أَنَا الْجَسَّاسَةُ اذْهَبْ إِلَى ذَلِكَ الْقَصْرِ فَأَتَيْتُهُ فَإِذَا رَجُلٌ يَجُرُّ شَعْرَهُ مُسَلْسَلٌ فِي الْأَغْلَالِ يَنْزُو فِيمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَقُلْتُ مَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الدَّجَّالُ خَرَجَ نَبِيُّ الْأُمِّيِّينَ بَعْدُ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ أَطَاعُوهُ أَمْ عَصَوْهُقُلْتُ بَلْ أَطَاعُوهُ قَالَ ذَاكَ خَيْرٌ لَهُمْ

Fatimah binti Qais berkata, "Pada suatu malam pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan shalat isya` yang akhir, lalu beliau keluar dan bersabda: "Sesungguhnya yang menghalangiku (untuk segera keluar) adalah kisah yang diceritakan Tamim Ad Dari kepadaku dari seorang laki-laki yang berada di sebuah pulau dari gugusan pulau-pulau. Tamim berkata, "Saat itu tiba-tiba ada seorang wanita yang berambut panjang." Tamim selanjutnya bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Jasasah. Pergilah kamu ke istana itu." Tamim berkata, "Aku pun mendatanginya, ternyata di sana ada seorang laki-laki berambut panjang yang terikat dengan sebuah rantai. Tingginya menjulang antara langit dan bumi. Aku lalu bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Dajjal. Apakah telah ada seorang Nabi buta huruf yang diutus?" Aku menjawab, "Ya." Ia kembali bertanya, "Apakah orang-orang mentaatinya atau mengingkarinya?" Aku menjawab, "Orang-orang mentaatinya." Ia berkata, "Itu yang lebih baik bagi mereka." (HR Abu Dawud 3767)


Kemudian mari kita simak video berikut:


Nah, apa yang dapat anda simpulkan setelah menonton sedikit uraian tentang dajjal dalam video tersebut??
Di sana dijelaskan pula bahwa Dajjal adalah seorang pemuda yang berambut keriting yang mana dia sedang berada di Baitulmaqdis. Akan mengontrol dan memerintah dunia dari baitulmaqdis, seperti dunia sekarang ini yang diperintah dari Washington. Kemudian ada sebuah cerita dari seorang hamba Allah, dan berikut ceritanya: Tamim Ad Dari adalah nama seorang pelaut Nasrani yang hidup di zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Ia telah mengadakan suatu pelayaran dengan beberapa 30-40 daripada temannya. Kemudian angin ribut datang dan meniupkan kapalnya selama satu bulan. Lalu ketika mereka telah sampai di pantai mereka turun dari kapal dan pergi ke darat. Setelah ia turun di pulau itu, ia berjumpa dengan makhluk yang sangat berbulu sehingga tidak bisa dibedakan mana bagian ekor dan kepalanya. Kemudain makhluk tersebut berkata “Aku adalah Jassassa (Pengintip)”. Kemudian Jassassa menunjukkan sesuatu kepada mereka sebuah biara yang katanya ada seseorang yang sedang menunggu kehadiran para nelayan tersebut. Merekapun bergegas menuju biara dan di sana mereka bertemu dengan seorang pemuda yang berambut keriting, tangan dan kakinya dirantai. Dan karena begitu ketemu, Dajjal langsung menanyakan perihal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka itulah sebabnya Tamim segera berangkat ke Madinah begitu meninggalkan pulau tadi. Dan setelah Nabi Muhammad mebenarkan soal fakta yang telah dilihat oleh Tamim, maka Tamim langsung mengucapkan dua kalimat Syahadat alias masuk Islam. Alhamdulillah.
Kemudian inilah beberapa isi dari video di atas:
Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wa sallam bersabda Setiap nabi mengingatkan kaumnya mengenai Antichrist, mengenai Dajjal nabi penyelamat palsu.
Dan nabi Nuh Alaihi salam mengingatkan kaumnya “Tetapi aku, aku beritahu sesuatu kepada kamu, yang sebelum ini belum pernah dikatakan sebelum aku, Dajjal adalah makhluk yang bermata satu dengan mata kirinya, sedang matanya buta sebelah kanan. Matanya seperti buah anggur yang terkeluar. Tetapi Tuhan kamu tidak bermata satu.
Kemudian dijelaskan pula bahwa segala apa yang berkaitan dengan penampilan dajjal dan kenyataannya adalah bertentangan satu sama lain. Satu lagi hadits Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wa sallam yang sangat penting juga dalam shahih Muslim, yaitu: beliau bersabda “ketika dajjal dilepaskan, dia akan hidup di bumi selama 40 hari.” Yaitu, sehari seperti setahun lamanya, sehari seperti sebulan, sehari seperti seminggu dan selebihnya daripada harinya adalah seperti hari-hari kamu.

Mungkin kesimpulannya adalah kiamat pasti akan datang, yang awalnya akan ditandai dengan terlepasnya dajjal ke muka bumi dan ia akan menebar fitnah kejinya ke seluruh penjuru bumi. Saat-saat itulah keimanan kita akan ditangguhkan, sekuat apakah keimanan kita kepada Allah SWT dan apakah kita akan terjebak dengan segala tipu daya Dajjal atau tidak?? Kita juga mengetahuinya bahwa di dalam sholatpun terdapat sebuah do’a tepatnya di Tahiyat Akhir, sebuah do’a permohonan supaya kita terlindung dari Fitanh Dajjal, berikut do’a yang sering kita bacakan setiap kali kita melaksanakan Sholat yang 5 waktu:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal." (HR. Muslim 924).

"Semoga saja dengan sepenggal do’a yang sering kita bacakan di dalam Sholat ini dapat diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT. Semoga kita dapat terus berada di jalan yang benar fii mardhatillaah dan dapat terhindar dari fitnah keji Dajjal. Aaamiin Yaa Rabbal’aalamiin...

Wallaahua’lam Bish-shawab
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

Senin, 06 Juni 2011

11.27 Posted by Arie No comments Posted in
Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillaahirrahmaanirraahiim

Sekarang kita telah berada di awal bulan Rajab yang kita semua tahu bahwa di bulab ini banyak sekali pahala-pahala yang spesial. Lalu apa sajakah keistimewaan daripada bulan Rajab ini??
Di dalam Al-quran, bulan Rajab termasuk ke dalam Asyhurul-hurum yaitu termasuk bulan yang dihormati bersama ketiga bulan-bulan lainnya, yaitu Muharram Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Dalam keempat bulan mulia tersebut, Allah SWT melarang umat manusia untuk mengadakan peperangan. Dalam surat At-taubah, Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Yang artinya:
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Kebanyakan para muslimin percaya dan menganggap bahwa bulan ini termasuk salah satu bulan yang penuh dengan keistimewaan seperti bulan ramadhan, sehingga banyak dari kita (kaum muslimin) yang melakukan ibadah-ibadah tertentu untuk dapat meraih fadhillah tersebut. Yang paling sering kita lakukan adalah puasa sunat di bulan Rajab. Kemudian saya mendapatkan informasi seperti berikut:
Dari para ulama kalangan mazhab Asy-Syafi’i, Imam An-Nawawi berkomentar tentang puasa sunnah khusus di bulan Rajab, “Tidak ada keterangan yang tsabit tentang puasa sunnah Rajab, baik berbentuk larangan atau pun kesunnahan. Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar Ramadhan). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan bahwa Rasulullah SAW menyunnahkan berpuasa di bulan-bulan haram, sedang bulan Rajab termasuk salah satunya.”
Adapun tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama mengatakan bahwa dasarnya sangat lemah, bahkan boleh dikatakan tidak ada keterangan yang kuat yang mendasarinya dari sabda Rasulullah SAW.
Kemudian selain puasa sunat bulan Rajab, berikut adalah contoh-contoh ibadah yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rajab adalah:
Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rojab.
Mengadakan shalat khusus pada malam Jum’at minggu pertama bulan.
Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15 Rajab).
Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra’ dan Mi’raj).
Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab.
Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab.
Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab.
Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab.
Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab.
Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab.
Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab.
Umrah khusus di bulan Rajab.
Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.
Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena kalau kita jujur terhadap sumber-sumber asli agama ini, nyaris tidak satu pun amalan-amalan di atas yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang shahih.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra. dijelaskan bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a:
“Allohumma Baarik Lanaa Fii Rojab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Romadhoon” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzar).
Sayangnya hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Misalnya hadits yang bunyinya:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ ) وَفِيْ رِوَايَةٍ: ( الصَّلَاةُ فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ ).

Hadits diriwayatkan dari Abi Hurairoh rodhiallohu anhu berkata: Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda: puasa yang paling utama setelah (puasa) Romadhon adalah (puasa) bulan Alloh Muharrom dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam". Dalam satu riwayat: sholat di tengah malam". (HR. Muslim: 1163)

Dalam kitab Iqthidho Shirotil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi SAW berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadits yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadits-hadits palsu.” (Iqthidho Shirothil Mustaqim, 2/624)

Ibnu Hajar Al-Asqalani secara khusus telah menulis masalah kedha’ifan dan kemaudhu’an hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rajab. Beliau menamakannya: Taudhihul Ajab bi maa Warada fi Fadhli Rajab.“ Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadits shahih yang dapat dijadikan hujjah.”
Mungkin sekarang kembali kepada diri masing-masing, semoga saja anggapan kita terhadap keistimewaan pada bulan Rajab ini yang selalu disertai dengan ibadah-ibadah tertentu dapat diterima oleh Allah SWT dan setidaknya dapat dijadikan sebagai sarana peningkatan kualitas iman dan proses menjadi seorang hamba yang lebih baik lagi.
Wallaahua’lam bish-shawab..
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sabtu, 04 Juni 2011

11.24 Posted by Arie No comments Posted in
Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Subhanallah, Rasulullah saw. menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.

Tgl 13 juni kemarin merupakan awal 1 Rajab 1431H. Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang dimuliakan Allah swt. (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab).

Allah swt berfirman:



“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” At Taubah: 36

“Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.”

(HR. Turmudzi)

Shaum dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulia lainnya hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah aw. Bersabda: “Puasalah pada bulan-bulan haram (mulya).” Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.

Rasulullah saw. juga bersabda: “Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga kalian bosan”.

“Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana. “Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”

Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW, sekaligus peristiwa runtuhnya khilafah Islamiah yang terjadi 3 Maret 1924 silam adalah 2 peristiwa penting yang juga terjadi di bulan Rajab.



Sejak runtuhnya khilafah Islamiah tersebut, kondisi kehidupan menjadi carut marut. Hampir semua sisi kehidupan masyarakat dikuasai sistem kapitalis. Penguasaan dan pengaturan inilah yang menimbulkan berbagai macam kerusakan. semua aspek dan sistem dalam sistem kapitalisme dirancang untuk, mengeksploitasi sumber daya alam di seluruh dunia serta akan menghasilkan berbagai pertentangan, kekacauan dan diskriminasi. Jadi wajar akan kita temui berbagai penderitaan di sana-sini. Oleh karena system yang kita gunakan bukanlah system yang datang dari pencipta sekaligus pengatur manusia.



Mulai dari masalah ekonomi, social, hukum, pendidikan, hingga masalah yang menyangkut kesahatan dan perumahan, tingginya biaya pendidikan yang di barengi dengan rendahnya tingkat pendidikan, sehingga hanya orang kaya sajalah yang bisa menikmati pendidikan, kemiskinan yang di tandai semakin jauhnya jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin, semakin banyak perguruan-perguruan tinggi yang menghasilkan pengangguran oleh karena lapangan kerja yang sulit, tingkat depresi masyarakat yang luar biasa disebabkan oleh meningkatnya harga sandang dan pangan, Pornografi pornoaksi tumbuh subur di tengah-tengah kita, seks bebas, narkoba dan aborsi adalah pilihan remaja saat ini. Aset-aset penting untuk Negara tergadaikan ke tangan-tangan Asing. Penjajahan fisik dan psikis dimana-mana. Belum lagi selesai semua permasalahan diatas kita di buat sesak dengan perilaku bejat para pemimpin negeri-negeri muslim tdk terkecuali di Indonesia. Inilah dampak dari penerapan aturan buatan manusia. Sehingga sudah saatnya kita mengakhiri semua penderitaan ini dengan kebali kepada Allah, kembali kepada Pemilik hidup dan kehidupan ini. Cukuplah DIA sebagai pengatur dalam semua aspek kehidupan kita. Syariah Allah adalah jawaban dari semua persolan yang ada.



Telaah yang mendalam dan jernih terhadap realitas umat di seluruh dunia akan membuka tabir tentang berbagai hal yang merintangi umat Islam dalam perjuangannya menuju tegakknya Syariah Allah dalam bingkai Daulah Khilafah. Diantara rintangan-rintangan tersebut :

1) Masih bercokolnya hokum-hukum Barat sekuler di tengah-tengah umat. Serta terabaikannnya ideology Islam dan makna yang benar dari kalimat syahadat “ laa ilaaha illa Allah Muhammadur Rasulullah”. Islam berhasil di reduksi hingga ke tingkat agama ritual, spiritual sekaligus personal semata. Bukan lagi di kenal sebagai sebuah ideology yang bersifat universal yang menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat manusia.

2) Adanya sekat-sekat yang memisahkanumat islam yang satu dengan yang lainnya. Sekat-sekat beracun yang bernama “Nasionalisme”

3) Factor utama yang merintangi adalah adanya para penguasa muslim yang dzolim dan berlaku khianat kepada umat muslim, yang sejatinya mereka bekerja sebagai antek-antek, boneka dan jongos para penjajah kafir barat.



“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. (TQS. at-Taubah [9]: 32-33)



“Sungguh perkara (agama) ini akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana sampainya malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik di tengah penduduk kota atau di tengah penduduk kampung, kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya dengan kemuliaan yang dimuliakan dan kehinaan yang dihinakan; kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekufuran (HR. Ahmad).

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa (TQS. an-Nûr [24]: 55)



sebagai sbuah gerakan politik, HT sangat menyadari benar pentingnya kesadaran umat. Dukungan umat dlm perubaan politik mutlak adanya. Tanpa dukungan masyarakat, mustahil perubahan dapat dilakukan. Dukungan ini hanya mungkin lahir bila umat menyadari betapa rusaknya keadaan masyarakat saat ini, serta tatanan pengganti seperti apa yang harus diperjuangkan dan bagaimana cara perubahan itu dilakukan.



Maka dari itu, HT telah sejak awal melakukan proses penyadaran itu. Bahkan HT menjadikan hal itu sebagai kegiatan atau amal dakwah utama dalam tahapan dakwah yang dijalani. Dalam tahapan ini dengan berbagai uslub (cara) dan wasilah HT melakukan pembinaan umat. Tujuannya untuk terbentunknya kesadaran umum dan kesadaran politik di tengah-tengah umat. Acara-acara besar seperti KKI, MUN, MMI dan Konferensi Rajab -yang insyaalloh akan dilaksanakan estafet selama bulan Juni di 29 Kota- serta acara-acara serupa pada masa mendatang adalah cara dan sarana yang ditempuh oleh HTI dalam proses penyadaran umat.



Konferensi Rajab adalah salah satu upaya penyadaran umat juga. Apalagi dalam situasi genting seperti sekarang ini –saat umat tengah hidup dalam berbagai persoalan kronis- forum besar itu nanti akan menegaskan bahwa pangkal semua problem itu adalah bobrokya Ideology Capitalism yang saat ini mendominasi dunia termasuk Indonesia. Solusinya tidak lain dengan mencampakkan ideology busuk tersebut dan mnggantinya dengan system yang bersumber dari sang Pencipta. Itulah Syariah ISLAM. Aturan dari Allah ini tentu akan bisa memberikan rahmat (kesejahteraan, keadilan, kedamian dan ketentraman) bagi semua pihak bukan saja jaminan untuk yang muslim yang non muslimpun bisa merasakan rahmat dari penerapan system Islam. Hanya rahmat Allah akan di limpahkan ke bumi jikalau kita benar benar beriman kepadaNya, benar-benar menggunakan dan menerapkan aturannya secara sempurna, secara kaffah tanpa mendiskriminasikan sebagian ayat2 Allah. Penegakkan syariah Islam tidak akan pernah sempurna jika tidak ada penjaganya. Siapakah penjaga itu ? dialah KHILAFAH Islamiyah. Khilafah adalah janji Allah dan bisyaroh Rasulullah. Itulah mengapa tajuk Konferensi Rajab adalah “Hidup Sejahtera Dibawah Naungan Khilafah”

Konferensi ini diselenggarakan dari timur hingga barat wilayah Indonesia. Mulai dari aceh hingga papua. Allahu Akbar. Gema takbir telah di mulai hari kamis kemarin bertepatan tanggal 1 rajab bertempat di Banjarmasin. Konferensi ini akan terus bersahutan hingga sampai puncaknya di Jakarta tanggal 29 juni nanti.



“Islam sudah memerintahkan agar kita bersatu. Namun sejak runtuhnya khilafah Islamiah itu, umat islam terpecah menjadi 55 bagian. Semoga dengan acara ini kembali, kita tergugah untuk membangun kembali peradaban Islam dalam bingkai khilafah,” sebagaimana yg dulu pernah di contohkan kepada kita.

Tuhan kita 1, Allah Swt

Rasul kita 1, Muhammad Saw

kitab kita 1, Al-qur'an

Kiblat kita juga 1, Ka'bah

Sudah seharusnya kepemimpinan kita juga 1...Daulah khilafah ISlamiyah...



Di bulan Rajab pula, dulu Khilafah Utsmani runtuh. Bukan untuk meratapi momen menyedihkan itu, sebaliknya Konferensi ini diadakan untuk memompakan semangat dan optimisme akan keberhasilan perjuangan penegakan kembali syariah dan Khilafah. Tentu perjuangan ini memerlukan kesungguhan, keikhlasan dan dukungan umat. Dan dukungan itu makin nyata. Diantaranya akan terlihat melalui antusiasme peserta Konferensi. Insya Allah.

Untuk itu keberhasilah acara ini tentu tidak akan pernah lepas dari jerih payah pejuang-pejuangnya yang ikhlas. Selalu ada pengorbanan untuk sebuah kebaikan. Sejenak marilah kita melihat bagaimana iklasnya generasi-genersi terbaik umat ini, yang mengorbankan waktunya, dirinya, keluarganya, hartanya bahkan jiwanya untuk membantu perjuangan Rasulullah Saw.



Mari Belajar dari perang Mu’tah :

Suatu ketika Rasulullah Saw berpesan kepada para pasukan Islam yang hendak berangkat pada perang Mu’tah. Beliau bersabda :

“Yang bertindak sebagai Amir (pemimpin) adalah Zaid bin Harits. Apabila Zaid gugur, ja’far bin Abi Thalib penggantinya. Apabila ja’far gugur, Abdullah bin Rawahah penggantinya (HR. Bukhari).”

Rasulullah Saw. menyerahkan bendera putih yang bertuliskan kaliamt Allah “laa ilaaha illa Allah, Muhammad ar Rasulullah kepada Zaid bin Harits. Berangkatlah beliau sebagai panglima pertama pada perang Mu’tah. Pasukan kaum Muslimin yang saat itu berjumlah 3.000 orang bertempur melawan pasukan musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak dari mereka yaitu 200.000. Tidak ada rasa gentar sedikitpun di dalam hati-hati kaum muslimin ketika harus berhadapan dengan pasukan romawi yang jumlahnya berlipat ganda dari jumlah pasukan mereka.

Pekikkan takbir mengawali pertempuran. Zaid maju ke medan perang dengan gagah berani hingga akhirnya syahid di jalan Allah. Bendera putih yang bertuliskan kalimat Allah tadi, segera di sambar oleh Ja’far bin Abi Thalib ra. Sepupu rasulullah ini begitu hebat. Beliau memperjuangkan Islam sampai darah terakhir. Tidak kurang dari 90 luka pada bagian tubuhnya. Tusukan pedang dan anak panah tidak membuatnya lemah. Beliau terus menggenggam bendera putih itu dengan tangan kanannya hingga musuh menebas tangan kanannya. Benderapun terjatuh. Beliau ambil bendera itu dengan tangan yang tersisa. Musuhpun menyambar tangan kiri ja’far dengan pedang hingga terputus (allahu Akbar). Dalam kondisi yang seperti ini, tidak membuatnya surut dan merasa lemah dari pertempuran. Beliau rangkul bendera itu dengan dadanya hingga akhirnya beliau gugur sebagai seorang syuhadah . Sesuai dengan pesan Rasulullah Abdullah bin Rawahah segera menunaikan amanahnya, dengan menjaga agar bendera Rasul tetap berkibar. Namun, saat Abdullah bin Rawahah ingin melangkah kemedan pertempuran, terbersit sebuah keraguan di dalam hatinya. Seketika beliau terdiam. Tetapi subhanallah...keraguannya tak lama, dengan suara lantang ia menepis keraguannya dengan mengucapkan : wahai diriku, aku bersumpah engkau harus terjun ke medan perang. Engkau harus terjun ke kancah perang atau aku akan memaksamu terjun. Manusia telah berkumpul dan mengeraskan teriakkan. Namun, mengapa kulihat engkau benci kepada seruan surge ? sudah sekian lama engkau berada dalam ketentraman bukankah engkau hanya setetes air mani di tempat ini ??

Abdullah bin Rawahah lalu maju berperang dengan seluruh kemampuannya yang menjadikan beliau mendapatkan satu dari keutamaan diantara dua (mati syahid)



Setelah mendengar itu kemudian Rasulullah bersabda :

“bendera perang dipegang zaid bin Harits kemudian dia bertempur hingga gugur sebagai syahid, lalu bendera perang diambil alih ja’far bin Abu Thalib, kemudian ia bertempur hingga gugur syahid’. Rasulullah diam hingga wajah orang-orang Anshar berubah dan menyangka telah terjadi sesuatu yang tidak mereka sukai pada Abdullah bin Rawahah. Rasulullah bersabda lagi, “kemudian bendera perang di ambil alih oleh Abdullah bin Rawahah, lalu dia bertempur hingga gugur sebagai syahid’ Rasulullah bersabda lagi, Dalam mimpiku, aku melihat mereka di angkat ketempatku di surge diatas singasana dari emas. Aku melihat singasana Abdullah bin Rawahah miring dari dua sahabatnya. Seorang bertanya, kenapa singasana Abdullah bin Rawahah miring ? Dikatakan kepadaku, Zaid bin Harits dan Ja’far bin Abu Thalib bertempur tanpa Ragu, sedang Abdullahbin Rawahah agak ragu-ragu, kemudian dia bertempur.

Subhanallah . . .Abdullah bin Rawahah, sahabat Anshar yang pertama kali masuk Islam, empunyai sedikit saja keraguan dalam dirinya dalam mempertahankan bendera Tauhid Rasulullah “Laa ilaaha illa Allah”, lantas singasananya miring. Bagaimana dengan Kita ???



Bukankah kita telah berjanji kepada Allah ??? bahwa kita adalah seorang muslim, dan kepada Allah sajalah satu-satunya kita menyembah. Bahkan sebahagian dari kita telah berjanji untuk menjadi Penjaga Islam yang Amanah, yang terpercayai dan kredibel.



Mari bercermin dari Sa’ad bin Abi waqqash, Khalid bin Walid, Shalahuddin al-ayyubi, Sulaiman alqonuni dan Muhammad Al-Fatih dan perjuangan sahabat2 lainnya sebagai bentuk kecintaan mereka kepada Allah, Rasulnya dan agama ini.

Di antara orang-orang mukmin itu ada yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu nunggu dan mereka tidak mengubah janjinya (TQS. Al-Ahzab :23)


Mari sukseskan Konferensi Rajab sebagai bentuk kepedulian kita kepada umat....

sumber : http://www.facebook.com/notes/putri-firdayanti/arti-sebuah-konferensi-rajab-/10150201276181247

Jumat, 03 Juni 2011

14.21 Posted by Arie No comments Posted in
Ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.

Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.

Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi dimana hampir segenap tanda-tanda kecil Kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua. Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat berikut ini:

* Dan perceraian banyak terjadi ويكثر الطلاق
* Dan banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba) و الموت الفجاء
* Dan banyak mushaf diberi hiasan (ornamen) و حلية المصاحف
* Dan masjid-masjid dibangun megah-megah و زخرفت المساجد
* Dan berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak و نقضت العهود
* Dan berbagai peralatan musik dimainkan و استعملت المأزف
* Dan berbagai jenis khamr diminum manusia و شربت الخمور
* Dan perzinaan dilakukan terang-terangan و فخش الزنا
* Dan para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan) و اؤتمن الخائن
* Dan orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris) و خون الأمين
* Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan) ظهور القلم
* Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan تتقارب الأسواق
* Penumpahan darah dianggap ringan استخفاف بالدم
* Makan riba أكل الربا

Jadi kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. Laa haula wa laa quwwata illa billah....

Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ

وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.

Berarti kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kitapun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi. Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)

Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).Beliau akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullahdari ujung paling timur hingga ujung paling barat.

Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.

تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ

ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ

“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)

Lalu kapan Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.

Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.

" ينزل عيسى بن مريم ، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا ،

فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض ، تكرمة الله لهذه الأمة " .

"Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: "Mari pimpin sholat kami." Berkata Isa ’alihis-salaam: "Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini." (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)

Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.


sumber : http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/tiga-tanda-kiamat-yang-harus-diantisipasi-dewasa-ini.htm

Bookmark Us

Delicious Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search